Home » » MOTIF UKIR TRADISIONAL INDONESIA BESERTA KETERANGAN DAN PENJELASAN

MOTIF UKIR TRADISIONAL INDONESIA BESERTA KETERANGAN DAN PENJELASAN

Written By muhammad azrorry on Sunday, 16 December 2012 | 2:48:00 pm


    1)   Motif atau ragam hias Pajajaran
Ragam hias ini banyak terdapat di Jawa Barat karena merupakan hasil dari budaya Kerajaan Pajajaran. Peninggalan yang masih sampai sekarang banyak terdapat di Makam Sunan Gunung Jati. Dalam ragam hias ini kelihatan bentuk-bentuk yang bulat karena semua bentuk ukiran di ekspresikan bulatan atau cembung. Ragam hias Pajajaran terdiri dari:
1)      Daun pokok : daun pokok atau relung besar dibuat cembung atau bulatan. Hal ini perkasanya sifat ragam hias.
2)      Angkup :  pada ragam hias ini dibuat cembung atau bulatan. Pada tangkai angkup biasanya tumbuh trubusan pada bagian atas.
3)      Cula : Pada ragam hias Pajajaran ini ada bentuk daun kecil yang tumbuh di muka daun pokok atau relung besar. Hal ini merupakan corak khusus bahwa di Jawa Barat dengan adanya binatang yang bercula yaitu binatang badak.
4)      Endhong : daun yang tumbuh dibelakang daun pokok, bentuknya bersusun-susun dari bawah sampai atas dau pokok. Juga bersifat pengisi bidang-bidang kosong.
5)      Simbar : pada daun pokok depan, tepatnya di belakang benangan tumbuhlah daun kecil-kecil yang berjajar ke atas yang lazimnya disebut simbar. Hal ini lebih menambah wibawa dari ragam hias Pajajaran.
6)      Benangan : berbentuk miring, dari bawah sampai ke atas berhenti pada ulir pokok.
7)      Pecahan : sebagaimana lazimnya motif ukir, pecahan merupakan pemanis atau menambah luwesnya bentuk daun yang sudah dipecahi.
8)   Trubusan : Dau-daun kecil yang tumbuh di sekitar daun pokok, juga bersifat pelengkap atau pengisi dari bidang-bidang yang kosong.
ukir motif Pajajaran
ukir motif Pajajaran
     2)  Motif atau ragam hias Mataram
Ragam hias Mataram ini banyak mengekspresikan bentuk daun yang menyerupai daun waru, atau kluweh (Jawa) atau  juga gubahan dari buah koro yang disebut korohisto. Susunan dari ragam hias ini biasanya bergerombol dari satu pusat tumbuh ke segala arah. Ada juga yang disusun sambung menyambung antara daun yang satu dengan daun yang lain hingga mewujudkan untaian yang panjang. Unsur-unsur pada ragam hias ini terdiri dari :
1)      Daun pokok : dalam motif ini dilakasanakan dalam bentuk krawing (cekung) baik dari pangkal sampai ujung daun.
2)      Ulir : pada umumnya bentuk ulir pada motif ini banyak mempunyai proporsi yang besar bila dibandingkan dengan motif lain.
3)      Pecahan : pada motif ini banyak diterapkan pada tepi-tepi daun sampai pada angkupnya dan tiap satu daun paling banyak tiga pecahan dan pecahan tersebut biasanya lebar dan dalam.
4)      Benangan :pada motif ini dilaksanakan timbul berbentuk melilit melingkari ulir induk.
5)      Angkup : pada motif ini angkup dalam arti riel (nyata) tidak ada yang kelihatan seperti angkup pada daun pokok, hanya merupakan lipatan daun itu sendiri.
6)   Trubusan : pada ragam hias ini daun trubusan banyak menyerupai daun warudengan benangan timbul.
ukir motif mataram
ukir motif mataram
Share this article :

Google+ Followers

Blog Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Digital clock

Blog Stats

Share It

Popular Posts

Terima Kasih. Powered by Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Belajar Bersama - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger